Sabtu, 30 Oktober 2010

Malam Penuh Gerimis



aku kirimkan kau kabar pada merpati yang abu-abu
"nantikan aku di pantaimu itu
temani aku meneguk dosa di bibirmu dan bibirku"
lalu kita melarutkan diri dalam laut "S"

lalu aku tiba  sebelum senja
di bukit kotamu
aku mengintip matahari bulat yang jigga sebelum pekat malam

bersama kuda tuaku
aku pun turun merambati rumput merambat menuju pantai menunggumu

malam turun sangat cepat
aku kira kau hanya melambat

hingga malam penuh gerimis
aku masih duduk di pantai itu
menunggumu

pada ekstase penungguanku
aku menghambur ke dalam kesedihan

air mataku larut bersama hujan gerimis
kuteguk dalam cawan puisiku yang menangis

di malam yang penuh gerimis itu, kau tak pernah datang
kau mengubah jalannya takdir
aku beranjak meninggalkan pantai
menuju kota berikut
membawa kesedihanku dan sebuah "S"
dalam kotak kecil di sakuku

"dengan "S" aku menemukan hati yang baru
aku melamarnya
dan kau tak jadi istri ke tiga dalam kisahku

di malam yang penuh gerimis ini
tepat  tiga tahun yang silam
aku menunggumu di pantai itu

malam ini, aku lelap dengan yang lain
kadang aku menangis jika mengenangmu
perempuan yang tak sempat menemaniku menemukan senja

Parepare/bulukumba, 2007/2010

3 Comments


EmoticonEmoticon