Sabtu, 29 Desember 2012

Catatan Akhir Tahun

catatan akhir tahun

anakku
aku ayahmu!
jika tanganku beku dan membatu dan tak kuasa bergerak. aku akan menutup mataku, untuk terus mencoba menuliskan puisi terindah untukmu anakku, dengan bahasa angin yang paling sunyi. dengan bahasa hati yang paling bunyi. dengan bahasa kayu yang menggesek ranting. dengan bahasa air sungai berbatu yang aku sukai.

jika mataku ternyata harus selalu tertutup. biarkan aku terus meraba, untuk merasakan dunia dengan kulit tanganku. dengan begitu, setiap sentuhanku akan menjadikan sajakku yang paling jujur, paling ingin menyatakan bahasa, bahwa aku adalah ayahmu, dan kau adalah anakku, dan puisi adalah warisanku.

aku ayahmu
di akhir tahun ini, menceritakan padamu tentang nizhami tahun 1200-an dan william shakespeare tahun 1600-an; mereka melintasi abad, menceritakan kekuatan-kekuatan cinta dalam setiap sentuhan bunyi yang sunyi. walau kusadari kau belumlah tahu, sebab baru saja kau cium bau dunia.

kau masih bagaikan mereka yang telah uzur namun hatinya tak pernah disentuh cinta.

aku ayahmu, 32 tahun menuliskan puisi. namun tak juga bisa menuliskan puisi terindah, puisi yang sejajar dengan banyak penyair. sebab matahari pagi yang terbit selalu menyuruh aku belajar tentang rahasia malam dan rahasia perjalanan-perjalanan.

aku ayahmu, kau anakku. kelak, aku akan mengajakmu ke bukit atau kau yang akan memapahku ke bukit;sekedar ingin mengatakan;
bahwa kau adalah puisi terindah yang pernah kulahirkan, bersama ibumu.

Bulukumba, 29/12/12

2 Comments

hmmm pesan yang indah dari seorang ayah kepada buah hati..........
sukses selalu ya bang


EmoticonEmoticon