catatan akhir tahun
anakku
aku ayahmu!
jika tanganku beku dan membatu dan tak kuasa bergerak. aku akan menutup
mataku, untuk terus mencoba menuliskan puisi terindah untukmu anakku,
dengan bahasa angin yang paling sunyi. dengan bahasa hati yang paling
bunyi. dengan bahasa kayu yang menggesek ranting. dengan bahasa air
sungai berbatu yang aku sukai.
jika mataku ternyata harus selalu tertutup. biarkan aku terus meraba,
untuk merasakan dunia dengan kulit tanganku. dengan begitu, setiap
sentuhanku akan menjadikan sajakku yang paling jujur, paling ingin
menyatakan bahasa, bahwa aku adalah ayahmu, dan kau adalah anakku, dan
puisi adalah warisanku.
aku ayahmu
di akhir tahun ini,
menceritakan padamu tentang nizhami tahun 1200-an dan william
shakespeare tahun 1600-an; mereka melintasi abad, menceritakan
kekuatan-kekuatan cinta dalam setiap sentuhan bunyi yang sunyi. walau
kusadari kau belumlah tahu, sebab baru saja kau cium bau dunia.
kau masih bagaikan mereka yang telah uzur namun hatinya tak pernah disentuh cinta.
aku ayahmu, 32 tahun menuliskan puisi. namun tak juga bisa menuliskan
puisi terindah, puisi yang sejajar dengan banyak penyair. sebab matahari
pagi yang terbit selalu menyuruh aku belajar tentang rahasia malam dan
rahasia perjalanan-perjalanan.
aku ayahmu, kau anakku. kelak, aku akan mengajakmu ke bukit atau kau yang akan memapahku ke bukit;sekedar ingin mengatakan;
bahwa kau adalah puisi terindah yang pernah kulahirkan, bersama ibumu.
Bulukumba, 29/12/12
Sabtu, 29 Desember 2012
Catatan Akhir Tahun
Artikel Terkait
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 Comments
hmmm pesan yang indah dari seorang ayah kepada buah hati..........
sukses selalu ya bang
Keren
EmoticonEmoticon