Bulukumba, 3 Oktober 2011
Untuk Anakku
(Entah Siapa Namanya)
di
kandungan Ibunda
Salam Penuh Cinta Buat Ananda
Semoga Yang Maha Kuasa Selalu memberikan kemudahan dan rezeki yang halal dalam setiap aktifitasmu, Nak.
Etta menulis surat ini, 25 hari sebelum hari Sumpah Pemuda. Hari yang menjadi penanda lahirnya Indonesia dan Bahasanya. Hari dimana Etta sedang duduk di kursi/meja tempat ayah bekerja sebagai seorang buruh, kuli dan sekaligus sebagai seorang pekerja sosial dan pegiat sastra.
Etta tidak menyiapkan satu puisi pun buat ananda. sebab, saya merasa kini, semua orang dengan mudahnya menuduh diri mereka pandai menulis puisi. sementara, sangat sedikit yang pandai menuliskan surat dan memasukkan getar ke dalam tulisannya. Itulah alasan, mengapa etta hanya menuliskan surat ini.
Bunda sedang hamil tujuh bulan delapan hari (menurut dokter). artinya, tak lama lagi ananda, insya Allah, akan lahir menghirup udara bumi yang kotor. langit yang tercemar dan tanah-tanah yang gersang tandus dan berita-berita penindasan dan pengingkaran atas kemanusiaan.
Etta selalu berdoa kepada Allah, semoga ananda lahir dengan selamat serta tumbuh menjadi anak yang baik. Hingga sekarang, dalam menanti kelahiran ananda, etta dan bunda sering melihat ananda menedang-nendang perut bunda. bereaksi saat musik lembut speaker diletakkan di perut bunda dan menggeliat saat etta membacakan ayat-ayat Al Quran.
Ananda harus tahu, etta seorang yang sangat suka dengan sastra, menyukai musik klasik dan musik tradisional. Etta sangat senang membaca buku. baik karya lokal maupun terjemahan.
Kelak, Etta berharap, ananda dapat membaca buku karya Sartre, Rosseau, Albert Camus, Sigmund Freud, Jalaluddin Rumi, Iqbal, Gothe, dan lainnya. Etta juga menyarankan ananda menonton film If Only, Note Book, John Keats, Chikomendes, Monte Kristo, dan sebagainya. Maafkan Etta jika salah tulis judul yah nak.
Saat ananda dihamilkan, dan hampir lahir, Kasus Banggar DPR RI sedang ramai di televisi. Demikian juga dengan kasus bank century masih mengendap. saya harap anada membaca kasus-kasus itu kelak dan menjadikannya pelajaran yang baik.
Ananda, kelak, jika kau jatuh cinta, Etta harap, engkau membaca dulu buku-buku karya Rosseau di Perancis. bacalah juga kisah percintaan yang dikisahkan William Shakespeare dari inggris. ceritanya bagus. Lalu, ketahuilah, bahwa jika kau jatuh cinta dengan perasaan bahagia atau ingin menemukan harapan kebahagiaan dalam cinta maka, yakinlah, Ananda hanya akan terjerembab dalam duka yang mendalam. tapi, jika kau membebaskan diri dari konsesi sosial tentang definisi cinta, kau akan menemukan sesuatu yang berbeda dengan orang lain, sesungguhnya, jangan ragu. kau sedang tak salah. tapi, masyarakatlah yang sakit dan salah dengan pemikirannya. (itu pesan guru Etta yang bernama DR. AA)
Jika kau jatuh cinta pada seseorang, anakku, lekaslah, akhiri hubungan itu. Etta ragu, kau tak akan sanggup menghalau kebejatan dan bujuk rayu seksualitas.Tapi, jangan pernah menikmati sepi berlama-lama. itu berbahaya.
Jika kau ingin menikah, Menikahlah dengan seseorang yang baru saja kau temui di pinggiran kota (atau dimana saja). lalu, bangunlah kisahmu dengan kekasih pilihan hatimu itu dengan perlahan. bagai menyusun batu bata untuk sebuah bangunan yang sangat tinggi. Jadikanlah pernikahanmu menjadi sesuatu yang bersejarah dan terkenang, jangan berpesta dengan bahagia. menikahlah dengan sederhana, dengan kecemasan, bahwa pernikahan dan dunia rumah tangga adalah sebuah neraka yang paling menakutkan. dan hanya kebijaksanaan yang bisa melintasi kengerian itu. menikmati tantangannya dengan selalu menyeduh teh hangat sore hari, lalu meminumnya dengan segala rasa cinta yang paling hitam.
JIka kau jatuh cinta, jatuh cintalah bukan hanya sekali. tebarkanlah cintamu bagai menebar benih-benih senyum agar kelak, kau bisa menuai senyum dari mana saja.
Anakku, jika kelak, Etta menjadi Tua dan sulit kemana-mana, ingatlah saja, bahwa Etta suka ke pinggir pantai menikmati senja. Saat malam, etta suka menepi di tepi danau atau sungai. Mendengarkan bisik air dan merasakan tarian angin di dalam jiwa, bagai menikmati sebuah puisi tentang penyair yang bertarung hidup mati, melintasi kemiskinannya.
Anakku, jika kelak kau telah menemukan pesn ini, teguhkan di hatimu bahwa, hidup harus memiliki rahasia. Dan rahasia adalah sesuatu yang tak wajib kau beritahu siapa pun selain Tuhan. seperti Etta yang merahasiakan banyak hal kepada Bundamu, apa lagi soal Cinta.
(Ananda harus tahu, Etta bertemu Bundamu dalam sebuah perjalan, saat etta sedang touring dengan sebuah skuter butut, hampir seribu kilo meter dari Bulukumba. di sebuah sore yang lembut, penuh cahaya merah, bundamu jatuh cinta kepadaku, dan aku bilang, aku jatuh cinta pada pandangan pertama. itu ketahuan kemudian, setelah menikah dan menghamilkanmu. Jika kau ingin bertanya kondisi Etta di masa Sulit, berkunjunglah ke kantor Prof. Ahyar Anwar dan Doktor Dahri Dahlan, merekalah yang membuat Etta mengidap usus buntu, mereka punya banyak buku yang bisa kau curi dari rumah dan pikirannya)
Tertanda, Etta
................A. A K ................
Rabu, 09 November 2011
Surat Untuk Anakku, Yang Harus Dia Mengerti Saat Dia Jatuh Cinta Pertama Kali, Nanti
Artikel Terkait
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
5 Comments
di tunggu karya berikutnya bro
Sangat Inspiratif sekali sob.Di tunggu Launchingnya sob
surat yang sarat petuah bijak buat sang calon ananda,
semoga kelak harapan orang tua terkabulkan oleh Sang Khaliq :)
benar2 benar pesan yang mengharukan...
trimakasih bang kisahmu begitu menggugah hati..
ditunggu karya selanjutnya
"Sedang sibuk meneruskan keturunan!"
Itulah sapaan Ettamu padaku dik, ketika kami menemui pertemuan yang tak terduga pada siang yang mengap. Setelah itu, saya hanya menemuinya di facebook. Saya membuat komentar ini setelah kelahiranmu dengan nama Balya dik! :)
EmoticonEmoticon