Kamis, 01 Desember 2016


Balada Perbatasan Seimantipal Sinapad
(Kepada Bung Lumbis)
oleh: Andhika Mappasomba Daeng Mammangka
ada sebuah negeri
 

seimantipal dan sinapad namanya
tak jauh dari kampung labang dan lumbis ogong
negeri tapal batas yang bersengketa
orang pandai menyebutnya


Outstanding Boundary Problem 
masih bersidang di pengadilan internasional
mendudukkan malaysia dan indonesia


21 desa ada di sana
dihuni dayak agabag dan sebagainya
ditumbuhi pohon gaharu dan sebagainya
konon, di kandung badannya tersimpan harta kekayaan semesta

21 desa di sana
sepelemparan batu dari malaysia
setahun berjalan kaki ke jakarta
puluhan ribu hektar luasnya
10 ringgit biaya ke malaysia
9 juta ke kota kabupaten nunukan katanya
lebih luas dari brunai darussalam dan singapura
sinapad seimantipal namanya
daerah tanpa negara
masih bersengketa katanya
antara indonesia dan malaysia
tapi,

21 desa agabag tetap setia
meski ditemukan warga ber KTP dan IC malaysia
supaya mudah menemukan jaminan sejahtera dan bebas keluar masuk malaysia

21 desa itu
sepandang mata dari labang
sejangaku peluk dari lumbis ogong
dua jam dari lumbis mansalong
agabag di malaysia menggoda 21 desa bergabung ke malaysia
malaysia lebih baik dan sejahtera katanya
tapi sungguh
godaan yang bertubi-tubi, janganlah mengubah cinta mereka
aku takut mereka berontak

21 desa tanpa status masa depan katanya
mereka mengibarkan bendera
lalu mendirikan negara sendiri
negara berbendera merah, putih, kuning bergambar bintang di tengahnya
negara yang bukan malaysia
negara yang bukan indonesia
lelah menunggu katanya

eddy santri menangis menulis berita
iswan kinsank nyaris putus asa mengajak siapa saja
bung lumbis menutup mata berkaca-kaca dengan kaca mata
wahai putera-puteri perbatasan
jangan
jangan ajak aku menangis
jika bertamu ke rumahmu
aku harus mengurus pasport dan visa

katakanlah seimantipal dan sinapad adalah Indonesia
tanah nusantara yang dihuni anaknya tante yang bersepupu dengan kemenakan dengan iparnya kakak sepupu di malaysia
tanah nusantara
yang kakak tertuanya di indonesia
dan adik kedua dari bungsunya warga negara malaysia
pamannya indonesia
adek pamannya malaysia
yang kedua anaknya berumah di lumbis ogong kabudaya

karena mereka agabag
yang hidup di dua negara
saling mengunjungi dengan berjalan kaki di utara

Nusantara, 1 Desember 2016


EmoticonEmoticon