Minggu, 31 Agustus 2008

Kunang-Kunang Ramadhan

siapa yang mencuri cahaya kerlipmu
aku tak mengenalimu lagi
tiba-tiba kau datang tanpa penanda
aku sudah lupa derap kaki dan bau tubuhmu
lalu kukira kau anjing melintas saja
anjing lucu yang meloncat-girang

lain waktu,
jika kau datang
tangkaplah kunang-kunang
taruh di keningmu
agar aku tahu, itu kamu yang datang

belakangan ini, aku suka kunang-kunang
aku tak suka bincang cinta

aku selalu menunggu kunang-kunang menjelma peri
aku ingin memperkosanya
sampai berdarah-darah dalam puisi

aku tak pernah menunggu kau
lonte yang mengaku sebagai nabi


EmoticonEmoticon