Selasa, 29 November 2016

Sepanjang Langit Nusantara





Sepanjang Langit Nusantara
oleh andhika mappasomba daeng mammangka

matahari pagi terbit
anak-anak berlari ke dalam waktu yang merentang
menyanyikan lagu tentang ibu pertiwi
menyanyikan lagu indonesia pusaka
sambil menangis
lantaranmereka sadar bangsa ini tegak dari belulang para pejuang
dan disuburkan kisahnya dengan darah, air mata dan peluh,
serta nyawa yang tiada terbilang
lalu mereka digeletakkan dalam makam-makam massal tanpa nama, tanpa pusara dan juga kisah-kisah desingan peluru

matahari tepat di atas kepala
71 tahun sudah kita merdeka
bebas sudah kita membilang berjuta-juta ton batu bara, berbukit-bukit emas nusantara, berjutakilo timah dan tembaga, ikan-ikan yang tak pernah habis, mutiara yang indah,  zamrud dan permata rupa warna merentang di sepanjang khatulistiwa
tapi
semua itu kemana dan siapa yang punya?

matahari masih di atas kepala
suasana menjadi panas, surat kabar ikut mengibas kita ribut!
garuda membentang sayap dari sabang hingga merauke
bhinneka tunggal ika mendengung di angkasa nusantara
maka
kecapi dipetik menjadi sampek, sayang-sayang, kabanti, sinriliq, okulele dan sasando
gendang ditabuh menjadi rebana, jimbe, ganrang rua makassar, poce, buku tedong, tanjidor, angklung, dan seruling sunda mengikat kita dalam amarah membara.
hati kita menyala tapi tetaplah tegak indonesia

suasana masih panas
matahari di atas kepala enggan bergeser
ribuan orang tumpah ke jalan
jutaan orang ikut mengibas-ngibas suasana yang panas
nusantara bergetar, nusantara digoyang amarah, nusantara dijilati angkara

sepanjang jalan-jalan nusantara penuh provokasi
pohon-pohon di tepi jalan ditempeli seruan aksi
tembok-tembok kota ditulisi kata-kata penuh sensasi
tentara dan polisi sibuk mengamankan situasi
intelejen negara kelimpungan melaporkan suasana hati
wartawan-wartawan sibuk menulis kabar berita
jurnalistivi panen angle gambar berita
mahasiswa sibuk urusan sendiri
pemuda pemudi bergandengan tangan berjalan ke dalam sepi
kita disini entah merayakan apa
kita berkumpul di sini entah untuk  siapa

suasana masih panas
bukan hanya nusantara
tapi di berbagai belahan dunia
israel dipanggang api bagaikan neraka
muslim rohingnya diusir dari tanahnya
angin badai memporandakan jepang dan miyami
angin tornado menghampiri amerika
gempa merontokkan haiti
tki diculik gerilyawan bersenjata filipina
tkw dianiaya di tanah arab
buruh diphk di utara indonesia
irak masih membara
suriyah masih terbakar poranda
tepi barat dan jalur gaza masih bersimbah darah
libanon, yaman, mesir, entah akan menjadi apa
yunani bangkrut kehilangan filosofi
ambon, poso dan sampit pernah bersimbah darah

cukuplah semua menjadi guru dan pelajaran
anak-anak nusantara mesti pandai menarik hikmah-hikmah angkara
kita mesti  bersatu padu menjaga suasana nusantara
agar masih bisa mendengarkan rebana
agar masih damai merayakan tujuh belasan
agar masih bisa menikmati ketupat di hari lebaran
agar masih bisa menggelar musabaqah tilawatil quran
agar lovely desember masih terdengar
agar borobudur maih ramai dikunjungi
agar bali tetap bisa damai sepi di hari nyepi
agar kita masih mendengar kabar damai di hari waisak
agar lonceng kelenteng dan dupa masih ramai dikunjungi

saudaraku sebangsa dan setanah air
sesama asal tanah dan dihidupi air
sesama asal tanah dan air lalu kelak dimakamkan di lubang tanah nusantara

indonesia cuma bisa tegak
jika hukumnya tegak di dalam kenyataan
indonesia akan menjadi cacian dan olok-olokan
jika hukumnya menyembunyikan keadilan di dalam buku hukum
dan kitab-kitab dusta para penerjemah palsu kebenaran

tegakkan hukum nusantara dan tangkap para penista
hukum pancung para penghina agama langit
lalu kita dengan bangga mengibarkan
bendera merah putih di halaman sepanjang hari
berkibar di langit nusantara
berkibar di hati anak-anak nusantara
berkibar di halaman kantor tentara
berkibar di halaman kantor polisi
berkibar di seluruh bukit dan gunung
berkibar di seluruh sungai dan laut
lalu kita percaya nkri harga mati
hukum tidak bisa ditawar
jayalah bangsaku
merdeka

Bulukumba, 29 november 2016












EmoticonEmoticon