Di Perjalanan Pulang
pertemuan dua cinta adalah
kepergian
kepergian dan berjalan di atas
lengkung pelangi
pelangi adalah setapak kesunyian
yang penuh bunga indah di satu tepiannya
tepian lainnya adalah jurang hitam
suram menganga ke dalam kesedihan
jika cinta tak sampai pada ujung
perjalanannya
lelaki selalu kalah dalam sejarah
penantian
lelaki yang kalah dan berjalan
pulang dengan tubuh yang lesu
wajah yang suram dan tanpa cahaya,
dia sesungguhnya sedang berjalan di atas puisi
berjalan dengan harapan-harapan
yang terhempas ke dalam kata-kata
berjalan dengan bayangan-bayangan
kekasihnya yang terhenti dimilikinya
yah, hanya pada kenanganlah mereka
berangkulan dan mengasihi dalam asmara
dan di dalam ruang kenyataan
cahaya pada waktu yang merentang panjang
luka mereka tak pernah sembuh
lelaki berjalan meninggalkan
dengan segala beban derita hatinya
wanita duduk meneteskan air mata
kesedihan ditinggalkan dalam kesendiriannya
di perjalanan pulang seorang
lelaki yang baru saja diremukkan hatinya
semesta seolah senyap mengiringi
langkah-langkahnya
gemerisik ilalang adalah nyanyian
sunyi yang mengiris hati dan memerihkannya
bintang, bulan dan kelam
malam menjadi saksi betapa duka lara
yang meneteskan air matanya sungguhlah telah mengajak bayangannya sendiri
tersedu-sedu dalam perjalanan
itu adalah perjalanan terjauh
dengan jarak yang singkat dalam hidupnya
tertatih dengan kesedihan yang
paling hitam
lelaki itu adalah pernah menjadi
kenyataan kita
terluka dan berjalan pulang dengan
rasa kalah yang paling menakutkan
kehilangan harapan, rencana dan
cita-cita masa depannya
cinta memang adalah kepergian dua
hati yang bertemu
masuk ke dalam rimba raya yang lebat
dan tersesat dalam
kemungkinan-kemungkinan
kemungkinan membeku, kemungkinan
berbahagia
lalu kepastian menderita dalam
luka-luka
lelaki selalu punya kesempatan
berjalan pulang
dan wanita selalu memilih diam,
tersesat dan menghilang dalam kesedihannya
lelaki selalu menemukan arah tanpa
peta
lalu wanita selalu saja tersesat
dalam sejarahnya
jika cinta sungguhlah kepergian,
siapapun yang ada di dalam lingkarannya dia tak akan menemukan matahari, bulan,
bintang sebagai penanda arah
perjalanannya
jika cinta adalah kepergian, maka
dia akan terus dalam perjalanan. di dalamnya, mereka akan lupa berkaca dan
melihat wajahnya sendiri
di dalam kepergian itu, segala
yang disentuhnya akan menjadi puisi. puisi dengan sinar putih atau aura
kekalahan yang muram
lelaki yang penuh cinta adalah
lelaki yang penuh rahasia-rahasia yang diselempangnya dengan kisah-kisah yang
bersembunyi di dalam matanya dan terus melangkah pulang
lelaki itu mungkin pernah menjadi
wajah kenyataan kita
air mata adalah kesimpulan
perjalanan pulang
pulang menuju rumah, sebuah hati,
atau dangau cinta milik seorang yang lain
dan kita merampoknya atas nama
cinta, membunuh pemiliknya dan mengira bahwa kita telah menyelamatkan peradaban
ummat manusia dengan pedang tajam, melengkung berukirkan kata-kata cinta
ketika kita memilih sebuah hati
untuk menjadi rumah cinta sebagai tujuan perjalanan pulang, ada hati yang lain
yang terusir dan tak memiliki kesempatan merumahkan cintanya di sana.
kita adalah lelaki. lelaki yang
menelantarkan sebuah hati lelaki lainnya di dalam sebuah rumah cinta. oh,
indahnya kekejaman itu. cinta menjadikan siapa saja menjadi perampok.
di dalam sajak ini kutitipkan
kesadaran
cintamu merampok hatiku dengan
garang
dan aku sedang dalam perjalanan
pulang
selalu dalam perjalanan
EmoticonEmoticon