Jumat, 10 Oktober 2008

Malam Jelita

matahari baru saja berlalu
gerimis datang sendu
di jalan tak banyak orang
angin tak keras tak lemah
ada musik mengalun perlahan dari dalam kamar
binatang malam malas bersuara

tepat jam 12 malam
gerimis telah berhenti
jalan telah betul sepi
angin sendu yang lembab berhembus dingin
langit penuh bintang

di sebuah pinggiran makam para pahlwan
dua banci bercakap-cakap dalam puisi setelah seorang lelaki paruh baya pelanggannya telah berlalu. katanya" malam sungguh jelita, jika tak ada trantib yang mengancam malam-malam penuh cumbu dan basah"

Makassar Oktober 2008


EmoticonEmoticon