Kepada Fikal eSA UIN
(sebuah perjumpaan yang tak terduga)
pada sebuah lipatan kisah
saat malam tersudut di musim yang kaku, seorang pencinta datang memainkan sebuah biola sepi dalam jiwanya. memainkan kata di atas jari kakunya mengadu pada seorang lelaki yang menulis puisi. kisah- kisah abu-abu di lontarkan bagai anak panah yang menikam dadanya. ada kisahnya yang tak terjawab. ada kisahnya yang tak tersambut. ada kisahnya yang sulit terbahasakan lisan dan kertas buram mewakilkan dirinya. ia tertolak beku!
sang penulis puisi berkata" untuk gadismu itu, tuliskan saja ia puisi tentang rindumu dan kirimkan puisi itu kedalam sunyi. jangan pernah biarkan ia membacanya. tuliskan tanpa henti tentang semua rasamu. jangan pernah ia kau izinkan menyentuh kertas puisimu. pada setiap sapa, katakan saja kau mencintainya dan tak mengharap apa-apa
sang pencinta dan sang penulis puisi menghilang ke dalam malam menunggangi puisi di atas kertas buram dan kisah-kisah yang tak selesai
Makassar, Oktober 2008
Jumat, 10 Oktober 2008
Kertas Buram
Artikel Terkait
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon