Rabu, 26 Maret 2008

Setangkai Sajak Rindu Untuk Wakatobi/ Sulawesi Tenggara

(senandung)

pada mata air bambu
ibu mencuci tubuhku dengan segayung cinta
meminumkan air pulau hoga dengan telapaknya
memberiku sepotong ikan katamba, sepiring pangngaro dan rumput laut
menumbuk tulang kokoh dalam rangka tubuhku
sang lelaki penuh etos dan pantang meminta namun
dalam jiwanya tertanam sutera selembut salju untuk kehidupan

walau kini di tanah jauh berbatas laut memisahkan raga dengan wakatobi
tiada dapat semua aroma laut dan kopra dapat terhapus
sebab kemarin, pada matahari pagi di laut langge
telah kutanam setangkai cinta yang berdaun rindu
yang tetap gemuruh walau musim berganti-ganti

(senandung)

di sini, di tanah Bugis Makassar
di pulau lae-lae dan barang lompo aku terkenang wanci wangi-wangi, wakatobi
di dermaga pare-pare rindu memuncak ke dermaga murhum tanah buton
di pulau samalona tunduk rinduku aroma pulau talaga
di benteng rotterdam aku terlempar jauh ke benteng keraton kesultanan buton
tebing bantimurung mengingatkan aku pada tebing pasarwajo
dan kupu-kupunya mengenangkanku pada gadis-gadis wakatobi yang cantik jelita

di tanah bugis makassar
aku tengadah pada langit berteriak walau tak menghunus soka si penangkal rasa malu
aku rindu makan kue karasi dan menarikan tari lareangi di senja hari

pinjamkan aku pinisi mu,
aku ingin pulang memetik bunga-bunga rindu yang kutanam di tanah wakatobi

ibu, tunggu aku di dermaga jamabata batu

Mks, 17 Februari 2008




TERJEMAHAN

Sapangganu Sajak Molingua ako wakatobi /Sulwesi Tenggara
Oleh; El Syahnuddin

(senandung)
Ara te sida te larosu
Ku ava munggu di morondo
2 x

Di’mata tee femba
Wa ina no honoha te badasu kene hekadangki cinta
No moroun naku te tee nu Hoga kene limano
No huuke aku sakoto kenta katamba, sapiri fangaro kene garangga
Totumbu bukku motika di laronu rangka orungssu
Moane
Di laronu jiwano toppanga sutra na ajjono salju ako te membalia

Bisa kaana di futa mellai batasi te mafi no posianne te orunggu kene Wakatobi
Paka no afa sabaanne antina mafi kene bakakki jari di happusu
Kaliu di ngafi, mina di ollo raneo di mafi Langge
Poolimo ku tumanonne pangga cinta te meroo molingua
Te temettappu halio bisa te mbongi no poganti-ganti

(senandung)
Wa sa jandi mai to tode
To poanse di luha-luha
2x x

Di ana, di futa Bugis-Manggasa
Di pulau Lae-lae kene Barrang Lompo, ku hetiraa Wanci wangi-wangi, Wakatobi
Di dermaga pare-pare molingua di fafo kua dermaga Murhum futa Butuni
Di pulau Samalona tungku molinguassu te antina futa talaga
Di Bente Rotterdam ku toppoke mellai kua Bente Keraton Sultani Butuni
Tebi’ Bantimurung no htiraannaku te tebi’ Pasarwajo
Kene te kupu-kupu no hetiraannaku ako te wofine mokossa

Di futa bugis-manggasa
Ku itta kua fafo kua langi singka bisa paka no kobu te soka, si bentenu hato moini
Ku molingua manga te kue karasi kene tari taria lariangi di moina simpono oloo

Hada akonnaku te pinisiu
Ku hada maliako ku tingko te bunga molingua te di hembulassu di futa Wakatobi

Wa Ina, taon naku di Jambata Batu

Manggasa, 17 Februari 2008



Puisi ini adalah suara hati Bung El Syahnuddin Alias Syahden Sahabatku yang minta dialirkan dalam puisi.Puisi ini juga dipentaskan pada peringatan hari Bahasa Ibu Sedunia 21 Februari di kampus YPT Al Gazali Universitas Islam Makassar

1 Comments so far

Trimakasih buat bang andika yang sudah membuatkan aku puisi tentang aku dan tanah kebesaranku wakatobi, membaca puisi di atas membuat aku selalau ingin terlahir kembali sebagai manusia yang suci tanpa dosa sekecil apapun.


EmoticonEmoticon