
Kepada yang saya hormati
Mahluk Tuhan yang dipanggil tuan
Yang senang memperbudak perempuan
Sampai kapankah tuan untuk berhenti mengejar perawan
Untuk di gagahi tanpa pernikahan
Sampai kapankah tuan memercikkan kencing
Pada kelamin mahluk Tuhan yang dipanggil nona
Sampai kapankah tuan akan berhenti
Menumpuk perawan menjadi janda tanpa pernikahan
Padahal tuan pun tak rela menikahi perempuan tak perawan
Dan tuan anggap mereka itu sampah hidup tanpa kehormatan
Tuan harus tahu
Kini aku ketakutan memilih perempuan
Karena tuan-tuan tak dapat lagi membilang
Seberapa perempuan yang dibuat tak perawan
Dan aku tak ingin sisa persinahan
Sebab darahku Bugis Makassar
Tapi sebab apa tuan suka tubuh perawan
Tapi sebab apa tuan suka bau perawan.
Tapi siapa pula yang memaksamu jajan
Oe..oe..oe..oe..hah
Aku perjaka
Aku harus mencari perawan
Dunia adalah persinggahan
Pintu penyesalan tak pernah tertutup
Semuanya harus dihadapi
harus dihadapi
Makassar, 30 Juni 2004 dini hari, 02:43
Kamis, 10 Januari 2008
Surat Untuk Tuan
Artikel Terkait
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon