Kamis, 10 Januari 2008

Surat Untuk Tuan




Kepada yang saya hormati
Mahluk Tuhan yang dipanggil tuan
Yang senang memperbudak perempuan

Sampai kapankah tuan untuk berhenti mengejar perawan
Untuk di gagahi tanpa pernikahan

Sampai kapankah tuan memercikkan kencing
Pada kelamin mahluk Tuhan yang dipanggil nona

Sampai kapankah tuan akan berhenti
Menumpuk perawan menjadi janda tanpa pernikahan

Padahal tuan pun tak rela menikahi perempuan tak perawan
Dan tuan anggap mereka itu sampah hidup tanpa kehormatan

Tuan harus tahu
Kini aku ketakutan memilih perempuan
Karena tuan-tuan tak dapat lagi membilang
Seberapa perempuan yang dibuat tak perawan
Dan aku tak ingin sisa persinahan
Sebab darahku Bugis Makassar

Tapi sebab apa tuan suka tubuh perawan
Tapi sebab apa tuan suka bau perawan.
Tapi siapa pula yang memaksamu jajan
Oe..oe..oe..oe..hah
Aku perjaka
Aku harus mencari perawan
Dunia adalah persinggahan
Pintu penyesalan tak pernah tertutup
Semuanya harus dihadapi
harus dihadapi

Makassar, 30 Juni 2004 dini hari, 02:43


EmoticonEmoticon