seekor anjing lari melintas di hadapku dengan wajah kusut muram kumaknai murung dan kutebak berjuta duka di balik jiwanya
seekor burung terbang melintas dengan kepak sayap satu-satu kumaknai sedih dan kutebak kekasihnya mati di ujung senapan pemburu entah kapan
sebatang tubuh berlalu di hadapku sambil sungging senyum menatapku berselang tawa dan kumaknai gila
berita esoknya, kudapati namaku dalam berita, tentang seorang pencinta puisi dipasung di rumah sakit jiwa karena mengidap psiko holic dan terus menggerutu tentang freud, frankestein, novel, Leonardo D, dan semiotika
setelah sehat kemudian, aku mengutuk-ngutuk
mengutuk ERMA si Psikolog setan
yang membuatku terus sibuk dalam kepala membaca kehidupan dengan tanda
aku ingin membunuhmu ERMA dengan pisau dapur yang tumpul
atau kupukuli dengan sepatu malaikatnya muntazar al zaidi
Makassar, 18/12/2008
puisi buat kawan, lawan sejatiku Ismawati Syamra, psikolog yang setia mendengar celotehku yang genit dan nakal. Dimana kau kini?
Kamis, 18 Desember 2008
Psiko Holic
Artikel Terkait
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon