ketika purnama tiba dari perjalanan jauhnya
aku menimba segayun air (mungkin arak) dari telaga
merapal seratus nama gadisku
kuselingi dengan berlarik-larik mantra
puih...puih...puih
B U DERE'I LIBO
B U DERE'I LIBO
lalu para jawara memakiku; kafir
ketika purnama sampai di jantung semedinya
lalu berkaca pada wajahku,
aku lihat wajah bulan, coreng moreng
tepat mirip dengan wajah kawanku
kawan yang selalu menyiapkan belati di balik bajunya
membidik jantungku dari punggung
hey kalian para banal,
sungguh sangat mungkin;
aku lebih culas dari curigaku;
lebih tampan dari dugaanmu;
tapi apa peduliku!
malam ini; bulan berkaca;
aku mabuk berat
aku tak bernyanyi atau baca puisi;
aku hanya merapal seratus nama gadisku
dengan hitungan jari tangan dan kaki
sesekali merapal nama kawanku
ASTAGA, aku mabuk!
rasanya
mirip seperti anjing lumpuh dan
kucing muntah semalaman
betapa menjijikkan aku ini!
sudah mabuk, lupa Tuhanku pula!
Senin, 17 November 2008
Aku Mabuk Berat
Artikel Terkait
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon