Selasa, 22 Juli 2008

Bulukumba, Kota Sejuta Penyair

aku lahir di sini dari rahim ibu yang menua pada waktu
tanah merah hitam yang menggumpal bekukan batang jagung dan batang padi
dan asin airnya mengalir dalam darahku
bersama nyayian nyiur yang melambai-lambai pada garis pantainya
memanggil-manggil, menggema, memanjat batang kelor dalam sajak rindu
rindu pada negeri ibu, negeri sejuta nahkoda
negeri sejuta panrita
negeri sejuta nahkoda
bulukumba

walau
aku bertualang melangkah mendaki ke dalam belantara kehidupan
terbang ke langit ke lima menyusup ke dalam batas bumi
bertemu jawara-jawara yang menikam sukma
aku tak melupakan kokoh tiang pinisi menantang ombak sembilan samudera
aku tak melupakanmu negeriku, negeri sejuta nahkoda dan panrita,
negeri sejuta dongeng, negeri sejuta pau-pau, negeri sejuta budaya
kota sejuta penyair
bulukumba

walau
aku bertuaalang masuk ke dalam hidup menemui pengantinku di negeri jauh
lalu bercinta di batas lelah lunglai di puncak sepi
rindu tak pernah usai menyanyi dalam qalbu
memanggil-manggil pulang
memanggil-manggil pulang
melewati pematang sawah
menyusuri sungai, tepian pantai, lereng bukit
merenangi laut flores dan teluk bone
melintasi lompo battang
datang padamu bulukumba; meneguk airmu, mengupas jagungmu, menumbuk padimu,
memetik daun kelormu, mencubit daging tuing-tuing, loka-loka, lure, lajang,
yang kukulum bersama sayur kelor dan nasi kampo'do'

uh
najis rasanya pizza ayam goreng amerika
muntah rasanya makan sozzis dan conello cina
muntah rasanya minum minuman karbonat jepang
muntah rasanya makan gorengan dari minyak goreng malaysia

biarlah di kota sejuta penyair
kunikmati dendeng capi, poca'-poca', sanggara bambang, sarabba, lopisi, dumpi eja, kampalo, gogoso, baruasa, taripang, uhu'-uhu', cucuru dari minyak rakang

kota ini, bulukumba, kota mendunia
kota sejuta penyair

di sana kalian punya patung liberty
kami punya patung pinisi
di sana kalian punya pantai hawai dan bombai
kami punya pantai bira, dajo, lemo-lemo, batu tallasa, samboang, turungang beru, kajang kassi, kasuso, pantai ara, pantai merpati, dan leppe'
di sana kalian punya monte karlo
kami punya tebing lahongka
di sana kalin punya zamba, acapela, capuera
kami punya kelongpajaga, gandrang jong, dan mancak baruga
di sana kalian punya indian, aborigin, dan apache
kami punya kajang tana toa

kota ini, bulukumba, kota mendunia
kota pelabuhan rindu, negeri ibu
KOTA SEJUTA PENYAIR
BULUKUMBA


Bulukumba, 19 Juli 2008

5 Comments

bulukumba...so sweet..pasir putihnya bagai emas bertaburan, menjadi berkah tersendiri penduduknya. bulukumba..sahabatku terus berjuang di tanah makassar, mencari bekal mulia untuk masa depan yang cerah.....
Semangat tiada pudar dalam sanubari. selamat kawan.....

ulhketika semua lelah kata meresap dalam bingkai waktu, semua telah berjalan, semua telah merangkai, entah kamu hinggap disyahbandan mana, aku tak tahu.

Haris Arengku,

tabe'
orang selayar-ka' saya
bukan kota sejuta puisi kodong
tapi bupatiku cerdas
tidak ongol2 kayak.....

bersatulah orang selayar se-dunia (jago)
ganyang bulukumba
negeri seribu yahudi...(maaf, salah tuliska' tp terlanjurmi..jd mau diapami)


EmoticonEmoticon