(Al- Fatihah untuk daeng besse dan anaknya’)
ada angin gelisah berputar-putar di luar jendela mengintip tapa malam
ada lelaki terbaring gundah di peraduan merah menangisi kesedihan
tak ada rembulan dan bintang terbaring di tepi langit
tak ada lagu yang nyanyikan duka kematian hitam
dimanakah kabar mengendap
melarikan cerita gelisah musim kemarau
ada kabut mengepung pagi di tepi sungai
mematahkan sirip-sirip ikan membakar bebatuan
ada pujangga menggubah syair
ada yang terbaring kaku bisu berbibir biru berkuku hitam
ada yang menangis meregang luka tepat di lambung bisu
ada tikus mati kesedihan di lumbung roti di lumbung keju
ada musisi menabuh rebana
tak ada yang menyimak
terlalau banyak air mata yang tumpah
terlalu banyak syair menghampa bekukan letup kata
terlalu pekat hitam menutup diri
terlalu rapat kabar yang tak becus
ada gajah tampak di seberang samudra
ada yang mati tertembak di padang karbala
ada semut mati di pelupuk mata
semua ada jadi sandiwara
ada yang mati di urat tenggorokan
ada yang mati kering di tenggorokan
ada yang jerit-jeritkan maki di tenggorokan
Tuhan
ada yang mati di kota ini
karena lupa memasukkan makanan ke dalam tenggorokan
Mks, 10/03/08
Rabu, 12 Maret 2008
A D A
Artikel Terkait
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon